Home | Lampu - Merah | Kerugian Syahrini Jika Mangkir Terus dari Sidang Kasus First Travel

Kerugian Syahrini Jika Mangkir Terus dari Sidang Kasus First Travel

lampuMerahKerugian Syahrini Jika Mangkir Terus dari Sidang Kasus First Travel – Penyanyi Syahrini hari ini, Rabu (21/3/2018) kembali tak hadir untuk memenuhi panggilan pihak Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Ia seharusnya hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan terkait kasus penggelapan dan penipuan yang dilakukan agen perjalanan umrah, First Travel.

Padahal ini merupakan panggilan kedua bagi pelantun lagu ‘Sesuatu’ tersebut.

Sebelumnya, Syahrini dipanggil bersama dengan Vicky Shu pada Rabu (14/3/2018) lalu.

Namun saat itu hanya Vicky Shu saja yang terlihat hadir memberikan keterangan sebagai saksi, sedangkan Syahrini mangkir dari panggilan pihak pengadilan.

Heri Jerman selaku Jaksa Penuntut Umum, menyayangkan sikap Syahrini, menurutnya keterangan penyanyi asal Bogor itu sebagai saksi padahal bisa membantu meluruskan persoalan yang juga menyeret nama dirinya.

Bahkan Hery menyebutkan rugi jika Syahrini terus mangkir dalam sidang lanjutan kasus ini.

“Apakah benar dia tidak bayar, nah itukan bisa menjadi penjelasan yang bersangkutan di persidangan,” sambung Heri.

Sebelumnya Heri menyebutkan alasan Syahrini tak bisa hadir dalam persidangan sebab pelantun lagu ‘Dream Big’ itu masih terikat kontrak kerja dengan kliennya di luar negeri.

Hingga saat ini pun Syahrini masih berada di Amsterdam karena harus menyelesaikan pekerjaannya.

Diketahui sebelumnya pemilik nama lengkap Rini Fatimah Jaelani masuk dalam surat dakwaan No Reg aperkara PDM-226/Depok/12/2017 karena disebut ikut mempromosikan agen perjalanan umrah First Travel ini.

Syahrini juga diberangkatkan umrah menggunakan paket VIP oleh pihak travel.

Sebelumnya pihak manajemen Syahrini mengabarkan, artisnya itu tak bisa hadir untuk memenuhi panggilan sebab masih harus bekerja karena sudah terlanjur terikat kontrak dengan kliennya.

Saat ini pun pemilik jargon ‘Maju Mundur Cantik’ ini diketahui masih berada di Amsterdam dan akan berlanjut ke Jerman.

Pemanggilan kali ini, merupakan panggilan kedua Syahrini untuk menjadi saksi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadwalkan Syahrini untuk hadir dan memberikan keterangan berbarengan dengan Vicky Shu pada Rabu (14/3/2018) lalu.

Namun saat itu hanya Vicky Shu yang hadir dalam persidangan sedangkan Syahrini mangkir. Sebelumnya juga, menurut pengakuan mantan Staf keuangan First Travel, Atika Adinda Putri di ruang sidang ia mengungkapkan perusahaan tempat ia bekerja, pernah mengeluarkan sejumlah uang untuk aktris sekaligus penyanyi Syahrini.

Uang tersebut, kata Atika, digunakan untuk biaya keberangkatan Syahrini bersama jemaah umrah lain pada Maret 2017.

Hal tersebut disampaikannya saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua, Subandi dalam persidangan tiga terdakwa bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (19/3/2018).

Kalau (pengeluran uang) untuk artis? Pernah juga?” tanya Hakim Subandi.

“Pernah,” jawan Atika.

“Untuk siapa?” tanya Hakim kembali.

“Kalau (bayar) artisnya sih nggak tapi pas umrah aja. Itu ada Syahrini,” terang Atika lagi.

“Nilainya berapa?” Hakim menanyakan kembali.

“Pembayarannya global disatukan dengan para jemaah?” Terangnya.

“Saudara tidak bisa merinci,” kata Hakim.

“Tidak,” jelas Atika.

Sebagaimana diketahui, First Travel pernah menggaet beberapa artis sebagai salah satu media promosi mereka, salah satunya Syahrini.

Namun Syahrini tidak mengaku diendorse paket promo First Travel untuk menarik minat calon jemaah.

Hal tersebut diutarakan langsung saat Syahrini dan kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, mendatangi Bareskrim Mabes Polri, pada Oktober tahun lalu dalam rangka pemeriksaan terkait hebohnya kasus agen travel dan umrah yang dilakukan First Travel.

Syahrini melalui Hotman mengatakan, tidak pernah menerima sepeser pun endorsement dari First Travel.

“Syahrini tidak pernah dibayar 5 perak pun,” kata Hotman Paris.

“Tapi Syahrini membayar sampai 200 juta lebih. Syahrini tidak pernah terima uang 5 perak pun dari First Travel,” tegas Hotman.

Diketahui, Andika dan istrinya, Annisa didakwa melanggar pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 3 Undang – Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 905,33 miliar dari total 63.310 calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan.

Ketiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 tahun lebih sampai seumur hidup.

Sebelumnya masih teringat akan perjalanan umrah mewah Syahrini dan keluarga pada Maret 2017 lalu.

Bukan Syahrini namanya jika tidak tampil memukau, cetar membahana dan manja, bahkan saat ia berkegiatan di sela ibadahnya di tanah suci.

Syahrini waktu itu menyiapkan pakaian yang wah! Seluruh pakaian yang digunakannya saat beribadah didesain khusus oleh perancang ternama, Anniesa Hasibuan.

Tak hanya itu, Syahrini juga membuat heboh saat menggunakan cadar di kota Mekkah. Kenangan itu maish melekat, pasalnya Syahrini berpose mengenakan cadar namun menggelantung ditangannya sebuah tas mewah Hermes.

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Admin

Check Also

Pernyataan Saksi Lihat Darah Ella yang Tewas Penuh Luka Tusuk

LampuMerah – Pernyataan Saksi Lihat Darah Ella yang Tewas Penuh Luka Tusuk – Deni Irawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *