Home | Serba serbi | Bimantoro Prasetiyo Sopir Mazda Merah Mengaku Khilaf

Bimantoro Prasetiyo Sopir Mazda Merah Mengaku Khilaf

Indokasino – Bimantoro Prasetiyo, pengemudi Mazda merah nopol B 1599 PVH mengaku khilaf dan emosi saat peristiwa pemukulan terhadap anggota TNI AL, Lettu Satrio, Jumat (13/10) kemarin siang. Hal itu ia ungkapkan usai menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka di depan media.

“Saya turut meminta maaf untuk semua institusi TNI yang dirugikan spesialnya untuk TNI AL,” ujar Bimantoro di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (13/10) malam.

Permintaan maaf itu pun ia khususkan ke Lettu Satrio, aparat yang sudah ia pukuli secara membabi buta di tengah jalan.

“Saya sudah melakukan tindakan yang kurang berkenan untuk institusi tersebut saya juga minta maaf untuk lubuk hati saya yang paling dalam saya mau minta maaf untuk semua bagian yang merasa tersinggung dan Bapak Satrio sendiri untuk kerugian sendiri saya minta maaf dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk semua institusi TNI dan terlibat untuk kasus ini,” tuturnya sambil tertunduk.

Bimantoro beralasan saat itu ia khilaf dan emosinya terpancing. Akibatnya, ia tidak dapat mengendalikan perbuatannya. Kembali, ia menyampaikan permintaan maaf ke Lettu Satrio.

“Sekali saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saat itu saya khilaf dan emosi. Semoga kasus ini bisa selesai,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kadispenal Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta menjelaskan awal mulanya pengendara mobil Mazda bernopol B 1599 PVH membuang sampah di jalan. Sampah itu mengenai teman wanita Lettu Laut Satrio Fitriandi yang dibonceng naik sepeda motor.

“Sampah itu mengenai teman Lettu Satrio, dan kemudian kedua pengendara berhenti, dan terjadi adu mulut dan pertengkaran serta berujung perkelahian,” kata Laksma Gig Sipasulta kepada merdeka.com, Jumat (13/10).

Kasus tersebut sudah ditangani Polsek Pulogadung dan POM TNI AL. Namun TNI AL menyebut saat ini kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan mengingat kedua belah pihak adalah keluarga besar TNI.

Usut punya usut, rupanya, kedua orang itu masih dari keluarga TNI. Lettu Laut Satrio adalah putra dari Laksma TNI (Purn) berinisial S. Sementara BP (26), cucu dari Mayor (purn) Fx TH. Lokasi keributan di Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur.

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Admin

Check Also

Pernyataan Saksi Lihat Darah Ella yang Tewas Penuh Luka Tusuk

LampuMerah – Pernyataan Saksi Lihat Darah Ella yang Tewas Penuh Luka Tusuk – Deni Irawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *