Home | Olah Raga | Luar Biasa! Duo Yamaha Borong Podium MotoGP Argentina; Rossi ‘Unjuk Gigi’

Luar Biasa! Duo Yamaha Borong Podium MotoGP Argentina; Rossi ‘Unjuk Gigi’

MotoGP Argentina dini hari tadi (10/04/2017) menghadirkan kejutan baru. Marquez yang tampil percaya diri di awal balapan terpaksa harus menggigit jari karena terjatuh. Marquez tergelincir pada tikungan kedua ketika balapan baru berlangsung enam putaran.

motogp

Ini cukup disesalkan, sebab Marquez memimpin balapan dengan selisih jarak dengan Vinales pada posisi dua cukup jauh. Sementara Vinales sendiri tengah sibuk bersaing ketat dengan Cal Crutchlow dan Rossi di posisi tiga dan empat.

Vinales dan Rossi yang memulai balapan dari posisi enam dan tujuh tampak tidak kesulitan melewati beberapa pebalap lain. Berbeda dengan Lorenzo yang sibuk berebut posisi di belakang. Lorenzo yang memulai balapan dari posisi 16 malah sudah terjatuh pada tikungan pertama selepas start. Tak ketinggalan, Ianone yang mengendarai Suzuki pun ikut disikat Lorenzo. Akhirnya, keduanya tidak dapat melanjutkan balapan.

Ketidakberuntungan bukan cuma pada mereka saja. Pedrosa yang sempat bersaing ketat dengan rider Monster Yamaha Tech 3, Johan Zarco dan pembalap Octo Pramac Racing, Danilo Petrucci dalam perburuan posisi empat, terjatuh di tikungan kedua saat balapan memasuki lap 14. Pedrosa jatuh di tikungan yang sama dengan Marquez. Juga Andrea Dovizioso tidak dapat melanjutkan balapan setelah diseruduk Aleix Espargaro di putaran ke-16.

Banyaknya insiden yang terjadi diakibatkan oleh kondisi cuaca. Area lintasan yang agak basah memaksa para pebalap mau tidak mau, menggunakan kombinasi ban keras dan lunak atau pun medium. Pemilihan ban untuk tiap pebalap tentu juga bagian dari pertimbangan dan strategi masing-masing tim.

Penampilan Rossi dan Vinales terbilang konsisten dalam dua balapan terakhir. Balapan hari ini menorehkan momentum tersendiri bagi The Doctor. MotoGP Argentina dini hari tadi (10/04/2017) merupakan balapan Rossi yang ke-350 di semua kelas. Pemilik juara dunia 9 kali ini tampil meyakinkan, seolah menegaskan jam terbangnya, sekaligus pemenang terbanyak di sirkuit Termos de Rio Hondo, Argentina.

Kemampuan seorang Rossi memang sudah tidak diragukan lagi. Pembaca bisa saksikan pada balapan sebelumnya, saat memulai balapan dari posisi 10 saja, Ia masih bisa naik podium dengan posisi 3. Meski kini memegang rekor sebagai pebalap MotoGP tertua, Rossi masih menunjukkan bahwa dirinya masih patut diperhitungkan.

MotoGP Argentina juga menegaskan kualitas seorang Rossi. Ketika banyak pebalap yang tersungkur, mencium hangatnya aspal Termos de Rio Hondo, Ia justru berduel ketat dengan Crutchlow berebut posisi dua. Crutchlow yang ngotot bertahan di posisi dua lebih dari lima lap akhirnya bisa disalip Rossi ketika balapan menyisakan 7 lap lagi.

Duel Rossi dengan Crutchlow bahkan terus berlanjut hingga lap terakhir. Kendati demikian, Rossi yang sudah berada di depan Crutchlow tampak membalap dengan lebih rapi dan hati-hati. Sementara itu, Vinales sudah jauh di depan. Bahkan tidak terkejar oleh Rossi.

Hasil MotoGP Argentina untuk sementara kian mengokohkan Vinales di puncak klasemen. Balapan selanjutnya yang bakal digelar di Austin, Amerika, diharapkan Marquez bisa tampil maksimal sehingga persaingan menjadi lebih menarik.

Apalagi pada balapan kali ini, duo Ducati dan duo Honda Repsol, sama-sama tidak menyelesaikan balapan akibat crash. Padahal Dovisiozo, Marquez dan Pedrosa, tercatat sejauh ini cukup tampil kompetitif.

Setiap balapan selalu punya tantangan dan kesulitannya sendiri. Karena itu, yang membedakan hanyalah kecepatan adaptasi dengan kondisi cuaca, settingan motor sesuai kondisi, dan feeling pebalap.

Marquez yang awalnya diprediksi bakal naik podium di posisi pertama, justru tergusur ke bawah. Sementara Crushlow justru naik podium dengan posisi ke-3. Crutchlow yang musim lalu beberapa kali naik podium, kembali menebar ancaman. Ia juga menunjukkan eksistensinya sebagai pebalap yang patut diperhitungkan.

Kemenangan duo Yamaha pada dua balapan terakhir mengukuhkan mereka pada pemuncak klasemen untuk kategori merk motor. Di sisi lain, dua pebalap Yamaha ini menggambarkan hal yang berbeda bahkan cenderung bertolakbelakang. Dari sisi umur, Vinales adalah pebalap MotoGP termuda (20 tahun) sedangkan Rossi adalah pebalap MotoGP tertua (38 tahun).

Dengan begitu, kemenangan pada balapan Argentina ini setidaknya membantah anggapan bahwa umur, dan jam terbang adalah faktor utama penentu juara (podium). Terbukti bahwa Vinales yang baru akan dua tahun di MotoGP justru bisa bersaing dengan pebalap senior lain, bahkan dengan Rossi sekali pun.

Casino Online Indonesia

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Ini Kata Modric Atas Kegagalannya Membawa Kroasia Menggangkat Trofi Piala Dunia

LampuMerah – Ini Kata Modric Atas Kegagalannya Membawa Kroasia Menggangkat Trofi Piala Dunia – Luka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *