Home | Kriminal | Dua Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditembak Mati, 2 AK47 dan 4 Mobil Mewah Disita

Dua Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditembak Mati, 2 AK47 dan 4 Mobil Mewah Disita

Tim Mabes Polri dan Polda Sumatera Utara mengungkap kasus narkoba jaringan Malaysia-Aceh Tamiang-Medan-Jakarta.

narkoba

Dua bandar narkoba, Husni dan Azhari alias Alia tewas ditembak karena melawan dan berusaha kabur saat diminta menunjukan tempat penyimpanan narkoba, Rabu (22/3/2017).

Azhari ditembak anggota tim 1 Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

“Mengenai dada kiri dan menyebabkan tersangka meninggal dunia,” ujar Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto.

Eko menceritakan, penangkapan kedua bandar jaringan Malaysia-Indonesia ini merupakan pengembangan kasus narkoba di depan mal Cijantung, Jakarta Timur.

Kemudian dilakukan pengembangan ke perumahan Kali Sari Pasar Rebo, Jakarta Timur dan ruko mewah di Sedayu Square Blok K/51 Kamal Kapuk, Jakarta Utara, pada 17 Maret 2017.

Saat itu, ditemukan barang bukti sebanyak 6,5 kilogram sabu, 190 butir ekstasi dan 50 ribu happy five (H5) dari tersangka Munizar yang ditangkap di Perumahan Kali Sari.

narkoba

Dari pemeriksaan, Munizar mengaku bisnis barang haram tersebut dikendalikan Husni dari Medan.

Satgas dari Bareskrim berkoordinasi dengan Polda Sumut dan berhasil menangkap Husni di rumahnya, Perumahan Pondok Surya 2 Helvetia, Medan.

Selanjutnya, tim gabungan meluncur ke rumah istri kedua di Jalan Pringgan, Gang Rambutan Kecamatan Helvetia, Medan.

Di tempat tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 2 pucuk senjata api AK 47 lipat dan revolver (SMW), amunisi 250 butir dan pisau komando.

Juga turut disita 4 mobil mewah, dua di antaranya masih baru.

Keempat mobil adalah New Toyota Harrier, Mitshubhisi Pajero Sport, Mitshubisi Outlander, Honda Jazz, serta 1 motor Harley Davidson.

Sebanyak tujuh buku tabungan dan sejumlah kartu ATM atas nama isteri kedua dan adik ipar tersangka Husni pun ikut disita.

Penyidik menjerat pelaku dengan Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada istri, orangtua dan adik ipar tersangka Husni.

Selanjutnya, tim meringkus teman Husni, Azhari alias AL yang tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Azhari berperan sebagai koordinator transportasi dan distribusi.

Dua tim membawa Husni dan Azhari ke dua lokasi terpisah di Binjai dan Pangkalan Brandan untuk menunjukan tempat penyimpanan narkoba dan senjata api lainnya dari jaringan mereka.

Namun, dalam perjalanan, keduanya melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Tim terpaksa melepaskan tembakan kepada keduanya dan mengakibatkan keduanya meninggal dunia.

Menurut Eko, dalam catatan kepolisian, Husni adalah residivis sejak 2013.

Dia terlibat kasus narkoba di Medan dan divonis enam tahun.

Diduga Husni kembali berbisnis narkoba sejak tujuh tahun lalu.

Hasil bisnis narkobanya dibelikan tambak, ruko, kebun sawit seluas 3 hektare dan sejumlah harta benda lainnya.

“Tersangka Husni berperan sebagai bandar sindikat jaringan Malaysia-Aceh Tamiang-Medan-Jakarta,” kata Eko.

Sementara, senjata api kelompok Husni dan Azhari ini diduga kuat sisa peninggalan anggota Gerakan Aceh Mer­deka (GAM).

Casino Online

 

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal

LampuMerah – Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal – Inilah foto-foto ketika seorang pedagang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *