Home | Serba serbi | Mengapa SBY Habis-habisan di Pilkada DKI Jakarta?

Mengapa SBY Habis-habisan di Pilkada DKI Jakarta?

Mantan kader Partai Demokrat Tridianto mengakui sejak awal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang sangat aktif di Pilkada DKI Jakarta. Bahkan Presiden Indonesia keenam itu rela bekerja keras membangun koalisi demi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono menjadi calon gubernur.

pilkada dki jakarta

“Saya tahu dari teman-teman yang di Demokrat bahwa dalam proses selanjutnya, kampanye-kampanye Pak SBY juga aktif. Sutradaranya semua strategi adalah beliau. Belum pernah Pak SBY seaktif ini dalam urusan Pilkada,” kata Tridianto.

Tri, sapaan akrab Tridianto, menuturkan SBY bersedia turun gunung atau turun gelanggang habis-habisan karena demi anaknya. Demi politik keluarganya yang berusaha dilestarikan. “Motivasinya untuk bangun dinasti,” kata dia.

Berdasarkan informasi dari internal Demokrat, orang dekat Anas Urbaningrum itu mengatakan bahwa saat ini seluruh pengurus DPP, DPD, dan DPC Partai Demokrat, seluruh anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/ kota dari seluruh Indonesia dikumpulkan di Jakarta. Menurutnya, mereka diminta oleh SBY untuk memenangkan Agus di Pilkada DKI Jakarta.

“Mereka bahkan disuruh iuran dana untuk pemenangan. Jadi kader-kader terbaik PD di seluruh Indonesia dieksploitasi untuk memenangkan anaknya. Benar-benar dimanfaatkan demi politik keluarganya. Ini saya tahu dari teman-teman Partai Demokrat yang sekarang sedang ditugaskan di kelurahan-kelurahan di Jakarta. Itulah ambisinya keluarga Cikeas,” kata mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap tersebut.

Tri juga mengaku heran dengan sikap SBY yang rajin menggunakan isu agama akhir-akhir ini. Padahal sepengetahuannya dahulu, SBY tidak begitu.

“Dulu Pak SBY itu alirannya nasionalis, di tengah. Itu yang diajarkan kepada kami kader Demokrat waktu itu,” kata Tri.

Tri mengatakan bahwa SBY selalu anti aliran atau paham yang agak ekstrim, baik agama dan kiri.

“Tapi demi kepentingan anaknya maju Pilgub DKI Jakarta, sepertinya Pak SBY berubah arah. Jadi sering tampil seolah-olah pro dengan demo-demo umat Islam,” kata dia.

Tri berpendapat, cara SBY itu seperti berkhianat pada keyakinannya sendiri. Dia pun menyarankan SBY kembali ke jalan yang benar yaitu aliran nasionalis, tengah, atau moderat.

“Sudahlah Pak SBY. Tidak usah main agama dalam Pilkada. Jangan manipulasi agama untuk jabatan anak. Mas Anas yang aktivis HMI saja dikriminalisasi kok sekarang seolah-olah mau pakai warna Islam,” tuturnya.

Seperti diketahui, jelang pencoblosan Pilkada DKI Jakarta pada Rabu, 15 Desember 2017, SBY terlihat aktif berkampanye untuk pasangan calon Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. SBY bahkan diduga melanggar aturan kampanye saat berkunjung ke kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Selain itu, SBY juga aktif mengeluarkan pernyataan baik terkait Pilkada DKI atau situasi politik nasional terakhir baik di Facebook ataupun Twitter. Terakhir, SBY memberikan imbauan pada warga DKI agar memilih gubernur yang tidak mengganggu kebhinekaan, tidak mengekang dan membatasi kegiatan umat Islam.

Casino Online

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Habib Rizieq akan Tetap Kritis ke Pemerintah Meskipun Berterima Kasih pada Jokowi soal Penghentian Kasusnya

LampuMerah –¬†Habib Rizieq akan Tetap Kritis ke Pemerintah Meskipun Berterima Kasih pada Jokowi soal Penghentian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *