Home | Kriminal | Paket Narkotika Tiga Negara Bayarnya Pake Bitcoin

Paket Narkotika Tiga Negara Bayarnya Pake Bitcoin

Operasi gabungan BNNP Jateng, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jateng dan DIY serta Kantor Pos Semarang meringkus sindikat narkotika di Semarang.

narkotika

Dari ketiga tersangka yang dibekuk, petugas mengamankan 1000 butir ekstasi, 2,8 gram kokain, 138,74 gram MDMA, 82,67 gram Kethamine dan 1627 lembar LSD.

Barang-barang haram golongan I tersebut didatangkan para pelaku dari Jerman, Belanda dan Polandia melalui paketan yang dikirim ke Kantor Pos.

Ketiga tersangka yaitu EWT, warga Kawi, Semarang; ASN, warga Ngaglik, Semarang; dan EPS yang ngekos di daerah Tembalang. EWT dan ASN adalah rekan semasa SMA, adapun EPS adalah kekasih ASN.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, mengatakan terungkapnya jaringan pengedar narkotika ini bermula dari kecurigaan petugas akan adanya paket mencurigakan yang dikirim dari Jerman melalui Kantor Pos di Semarang pada pertengahan Desember lalu.

Setelah diperiksa dengan X Ray, paketan kotak mainan anak-anak itu berisi ekstasi di dalamnya.

“Kami lalu telusuri ke alamat tertuju di daerah Tegalsari, Semarang. Namun saat itu pemilik kos menolak barang itu dengan alasan tidak ada nama penerima di tempat kosnya. Namanya disamarkan saat itu,” kata Agus saat gelar perkara di Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Semarang, Rabu (28/12/2016).

Tim gabungan terus menginvestigasi hingga akhirnya ASN tertangkap usai mengambil paketan ekstasi di Kantor Pos Peleburan, Semarang. Melalui keterangan ASN itu, selanjutnya dua tersangka lain ikut dibekuk.

“Ternyata masih ada beberapa jenis narkotika pesanan sebelumnya yang disimpan di rumah EWT, Rumah ASN dan tempat kos EPS. Sebut saja pil ekstasi, MDMA, kokain, LSD dan Kethamine,” ungkap Agus.

Berbagai varian narkotika tersebut rencananya akan diedarkan di sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Semarang menjelang pesta pergantian tahun baru 2017.

“Pengakuan tiga tersangka mereka baru beberapa bulan ini beroperasi. Kami akan terus gencarkan razia serta menjalin kerjasama dengan baik,” beber Agus.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan pemesanan serta pembelian narkotika berbagai jenis tersebut melalui daring (dalam jaringan).

Lewat forum Drug’s di dunia maya, sambung Agus, pelaku lantas berselancar mengakses para penjual narkotika di tiga negara.

Pelaku mengaku membeli narkotika kepada sebuah akun internet bernama @Homer. Setelah paketan narkotika sampai di Semarang, pelaku membayarnya memakai Bitcoin.

Bitcoin adalah mata uang virtual yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara daring. Lewat website khusus, koin tersebut bisa ditukarkan dengan mata uang seperti dolar, rupiah, euro dan yuan.

“Untuk satu koin kisaran harganya setara dengan 800 dolar AS. Ini modus operandi baru,” terang Agus saat gelar perkara di Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Semarang, Rabu (28/12/2016).

Pengungkapan kasus ini bagian dari operasi interdiksi terpadu 2016 dan mulai digiatkan BNNP Jateng sejak September melalui kerjasama dengan intansi terkait seperti Polri, Bea Cukai, Kanwil Kum Ham, Angkasa Pura, Pelindo, Balai Karantina, BPOM, Kantor Pos dan Asosiasi Jasa Pengiriman Paket.

Operasi ini akan terus dilaksanakan untuk menekan peredaran narkotika di Jateng khususnya berasal dari luar negeri. “Ketiga tersangka ini akan dijerat UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata Agus.

Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Untung Basuki, mengapresiasi baik kerja sama beberapa instansi dengan BNNP Jateng. Ini merupakan upaya pemerintah menyatakan perang terhadap narkotika.

“Sekali lagi, katakan tidak untuk narkotika!” tegas Untung.

Casino Online

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal

LampuMerah – Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal – Inilah foto-foto ketika seorang pedagang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *