Home | Kriminal | Dokter Gadungan di Kupang Mengaku Lulusan India

Dokter Gadungan di Kupang Mengaku Lulusan India

Demi memuluskan praktik dokter, Meki Kandamete, dokter gadungan yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu, mengaku jebolan salah satu sekolah kedokteran di India kepada setiap pasiennya.

dokter gadungan

Adapun tarif yang dipasang dokter gadungan itu mulai Rp 400 ribu hingga Rp 1,5 juta. Selain menerima pasien di tempat praktiknya di Jalan Kincir, Kelurahan Lasiana, dia juga kerap mendatangi rumah warga mencari pasien untuk memberi pelayanan medis.

“Ada 11 orang, termasuk saya, yang pernah berobat di dokter gadungan itu. 11 orang ini hanya warga di Jalan Kincir. Belum terhitung pasien dari wilayah lain,” ungkap Maria Goreti Tukan, salah satu korban.

Menurut Maria, ia mengenal pelaku sebagai dokter saat Meki bersama istri dan dua perempuan yang mengaku sebagai asisten dokter mendatangi rumahnya. Saat itu, pelaku memperkenalkan dirinya sebagai seorang dokter ahli tamatan dari India. Pelaku juga mengaku mantan anggota Kopassus.

“Mereka datang menggunakan mobil dan membawa dengan kelengkapan medis seperti obat-obatan, jarum suntik dan lainnya,” kata Maria. Usai memperkenalkan diri, lanjut Maria, Meki menanyakan kronologis penyakit yang diderita. Saat itu, kata Maria, tanpa melalui proses pemeriksaan, dokter gadungan itu langsung mendiagnosisnya menderita salah satu penyakit.

Sebelum melanjutkan ke proses pengobatan, dokter gadungan itu terlebih dahulu meminta biaya pengobatan sebesar Rp 1,3 juta. Uang itu harus diberikan terlebih dahulu sebelum diberikan pelayanan medis.

dokter gadungan

“Dia (pelaku) bilang, obat yang dibawanya hanya dibeli di India karena di Indonesia tidak ada yang jual,” kata Maria. Yosep Sao, pasien lainnya mengatakan, dalam melancarkan aksinya, dokter gadungan tak beraksi sendiri. Dia selalu melibatkan istrinya untuk membantu meyakinkan para pasien bahwa suaminya benar dokter ahli tamatan India.

Praktik pengobatan Meki Kandamete yang bekerja sebagai dokter gadungan itu ternyata sudah berlangsung dua tahun terakhir. Selain tanpa izin resmi Dinas Kesehatan Kota Kupang, praktik itu juga tak diketahui ketua RT setempat. Bahkan, tetangga sekitar tak mengetahui jika Meki membuka layanan seperti dokter.

“Yang kita tahu kalau dia melayani pengobatan tradisional karena memasang papan nama pengobatan tradisional, bukan praktik dokter,” kata Ketua RT 04/RW 02, Kelurahan Lasiana, NTT, Heri Mesak.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan perwakilan keluarga pasien Marsel Kase, metode pengobatan dokter gadungan tersebut dinilai tidak masuk akal. Dia mencontohkan, apabila pasien sakit pada bagian kepala, pelaku langsung menyuntik kepala.

“Dia langsung suntik pada daerah sasaran yang sakit. Kalau mata yang sakit suntiknya di daerah dekat mata,” kata Marsel. Melihat aksi dokter gadungan tersebut, ia tidak berusaha mencegahnya. Sebab, ia tidak begitu mengetahui bagaimana proses penyuntikan yang dilakukan oleh dokter kepada pasien.

“Saya diam-diam saja karena mungkin cara untuk menyembuhkan seperti itu,” ujar dia.

Ia sangat berharap aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan pelaku dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera dan tak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari.

Casino Online

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal

LampuMerah – Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal – Inilah foto-foto ketika seorang pedagang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *