Home | Kriminal | Pedagang Makanan Burung Dibacok gara-gara “Burung”

Pedagang Makanan Burung Dibacok gara-gara “Burung”

Jadi pedagang makanan burung, mestinya siap menjaga “burung” miliknya tidak main patuk ke mana-mana.

makanan burung

Tapi bagi Ngadiyo, 40, tidak demikian. Bini Kardoyo, 35, tetangganya cukup cantik, diam-diam dipatuknya juga. Skandal itu terdeteksi lewat SMS. Saking marahnya, Kardoyo langsung membacok Ngadiyo.

Menanggapi kerusuhan pasca demo di depan Istana tanggal 4 November kemarin, Presiden Jokowi mensinyalir ada aktor politik yang menungganginya. Ironisnya, Fadli Zon dari Gerindra dan Didi Irawadi dari Demokrat justru kebakaran jenggot.

Ini kan mirip ada orang kentut dalam bis. Ketika kondektur bilang bahwa yang kentut belum bayar ongkos bis, tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Saya sudah bayar kok!” Nah, ketahuan sendiri kan, siapa yang kentut?

Siapa yang kentut sudah terungkap, tapi aktor politik yang menunggangi belum ketahuan. Tapi jika sekedar menunggangi bini orang, aktornya bisa ditebak si Ngadiyo, warga Karangklesem, Purwokerto (Jateng).

Setidaknya ini dugaan Kardoyo, setelah membaca SMS di HP istrinya, Martiyah, 33. Bunyinya adalah: kapan kita bisa mengulang kemesraan itu lagi, ma?

Gara-gara cemburu, Kardoyo yang bukan ahli tafsir, langsung main tafsir dan analisa atas kata-kata dalam SMS itu. Jika belum akrab benar, mana mungkin lelaki itu menyebut istilah “ma”. Subyek kalimat yang berbunyi “mengulang kemesraan” itu juga makin bikin panas.

Sebab itu artinya, Martiyah sudah pernah bermesra-mesraan dengan si pengirim SMS. “Penjorangan pisan (kurang ajar betul),” kata Kardoyo dalam dialek Banyumasan.

Lalu siapa yang kirim SMS edan itu? Kardoyo pernah klarifikasi pada istrinya. Tapi Martiyah mengatakan bahwa itu sekedar SMS nyasar, atau pihak tertentu yang hendak merusak rumahtangganya. Lalu apa maksud SMS tersebut?

Jawab Martiyah semakin mbulet. Katanya, yang bisa memaknai kata-kata itu sebenarnya ya hanya yang kirim SMS, bukan Martiyah, bukan Kardoyo, bukan pula yang menulis kolom NID ini.

Kardoyo masih mencoba bersabar, dengan langsung mengirim SMS ke nomer itu untuk mancing. Tapi ternyata tak pernah dijawab. Dia kini jadi yakin bahwa orang itu juga sudah kenal akan nomer HP dirinya. Tapi dalam HP miliknya, juga tak pernah terekam nomer HP misterius tersebut.

Diam-diam dia tanya sana tanya sini, siapa tahu ada yang kenal dengan nomer itu. Ternyata ada yang memberi tahu, oh itu milik Ngadiyo pedagang makanan burung di pasar Jalan KH Wahid Hasyim. Lho, kalau itu kenal banget, wong tetangga sendiri. “Kurang ajar, jadi pedagang makanan burung, “burung”-nya malah dibiarkan matuk ke mana-mana!” omelnya kemudian.

Buru-buru dia menemui Ngadiyo di pasar. Dia membenarkan punya nomer HP seperti itu, tapi membantah bahwa pernah kirim SMS pencabulan, apa lagi mencabuli bini orang. Suaranya ketus, sok suci lagi.

Lama-lama Kardoyo jadi emosi. Langsung saja dia ambil gagang golok, digetokkan ke kepala Ngadiyo. Eh melawan. Ya sudah, bagian tajamnya langsung disabetkan berulang kali.

Untung saja Ngadiyo berhasil diselamatkan para pengunjung pasar, dan dilarikan ke RS terdekat. Sedangkan Kardoyo ditangkap polisi. Kini dia tengah diadili di PN Purwokerto dan dituntut jaksa penuntut umum sebanyak 3,5 tahun penjara. Karena emosi akhirnya masuk bui.

Casino Online

 

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal

LampuMerah – Pedagang Mie Pangsit di Medan Tewas Dibegal – Inilah foto-foto ketika seorang pedagang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *