Home | Kriminal | Kepsek Cabul Tadinya Nulung Akhirnya Keluarkan Pentung

Kepsek Cabul Tadinya Nulung Akhirnya Keluarkan Pentung

Kepsek cabul yang bernama Darmaji (45), dari Gunung Kidul (DIY) ini benar-benar biadab.

kepsek cabul

Awalnya dia memperlakukan Nuryanti, 17, seperti anak asuh. Di sekolahkannya dia, bahkan tinggal di rumah Pak Kepsek. Tapi giliran pelajar SMK ini nampak gede dan bikin syurrr, berulang kali digauli bak istri sendiri.

Guru itu kepanjangan kata: digugu dan ditiru. Tapi di era gombalisasi ini telah berubah makna. Bukan lagi digugu dan ditiru, melainkan hari Minggu berbuat saru (cabul). Bahkan bukan hari Minggu saja, hari lain pun jika situasinya mantap terkendali, pasti berusaha berbuat saru. Padahal hari Minggu atau hari biasa, sanksi hukumnya sama saja, sebab berbuat saru itu tidak sama dengan paket telpon murah.

Mungkin karena punya bakat jadi “sastro pandelepan” (baca: doyan wanita), dia jadi lupa akan kehormatan sebuah profesi. Kehormatan sengaja ditukarnya dengan kenikmatan, itu pun hanya sesaat. Edan nggak, Pak Guru kok menodai murid sendiri. Asmuni Srimulat jika masih hidup pasti akan bilang, “Ini guru cap apa?”

Awalnya Pak Darmaji ini merupakan seorang dermawan, yang mudah membelanjakan hartanya untuk kepentingan umat. Maka ketika gadis ABG tetangganya DO gara-gara tak punya biaya, dia mengangkat Nuryanti sebagai anak asuhnya tidak resmi.

Tentu saja orangtuanya di Playen, sangat berterima kasih pada Pak Guru budiman itu. Maka ketika putrinya dibawa ke Wonosari dia langsung merelakan saja, siapa tahu ini akan menjadi pijakan mengubah nasib.

Kala itu Nuryanti masih usia 14 tahunan. Tapi 3 tahun kemudian yang berarti sekarang ini, tak diduga-duga gadis desa itu tumbuh sebagai gadis yang cantik. Wajah boleh, bodinya juga sekel nan cemekel.

Belakangan ini, asal melihat Nuryanti, ukuran celana Pak Guru langsung berubah, dari L menjadi XL. Lalu otaknya pun berpikiran ngeres. Bukan petugas amnesti pajak, tapi Darmaji bergumam: singkap, tembus, lega!

Setan provokator yang kemarin ikut menyaru dan demo di Jakarta tanggal 4 Nopember lalu, tiba-tiba mendekati Darmaji, lalu membujuk dan mempengaruhi, bagaimana bisa mendayagunakan Nuryanti itu seoptimal mungkin. Lalu katanya, “Guru era sekarang, nggak apa-apa hari Minggu berbuat saru. Ini dalam perspektif setan, lho.”

Ee, rupanya termakan juga Pak Guru ini. Maka ketika situasi di rumahnya demikian mantap terkendali, diam-diam dia mendekati Nuryanti yang sedang tidur siang. Dengan sedikit paksaan, Pak Guru berhasil melampiaskan napsunya tersebut.

Dan karena tak ada penolakan berarti, lain hari diulangi lagi. Kali ini lebih mudah. Nuryanti sepertinya melayani dengan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya, karena takut ketahuan istri Pak Guru.

Hal itu terjadi hingga 7 bulan lamanya. Ketika Nuryanti ada kesempatan pulang kampung di Playen, barulah dia cerita apa yang dialami sekarang. Pak Darmaji yang kelihatannya lelaki budiman, ternyata setan yang doyan perempuan.

Tentu saja orangtua Nuryanti tak terima, sehingga skandal ini dilaporkan ke polisi. Dalam pemeriksaan dia mengakui telah mencabuli anak asuhnya itu. Tapi soal jumlahnya, dia hanya melakukan beberapa kali, bukan berpuluh-puluh kali. Pas dengan namanya, Darmaji itu: dahar lima ngaku siji.

Casino Online

 

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Akhirnya Terungkap, Seorang Karyawan BUMN Jadi Pemodal Terduga Teroris

LampuMerah – Akhirnya Terungkap, Seorang Karyawan BUMN Jadi Pemodal Terduga Teroris – Seorang karyawan perusahaan Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *