Home | Olah Raga | The Citizens Berhasil Melakukan Misi Balas Dendam

The Citizens Berhasil Melakukan Misi Balas Dendam

Manchester City berhasil menekuk Barcelona 3-1 dalam pertandingan lanjutan Liga Champions di Etihad Stadium, Rabu dinihari. Kemenangan ini sekaligus menjadi pembalasan bagi City setelah dalam laga sebelumnya mereka dibantai 4-0 di kandang Barca.

citizens

Kini City berada di posisi kedua klasemen Grup C dengan nilai 7 dari 4 laga, atau terpaut 2 angka dari Barcelona yang memuncaki klasemen. Barcelona sempat unggul lebih dulu pada menit ke-12 lewat gol Lionel Messi, tapi City berbalik unggul lewat dua gol Ilkay Gundogan serta gol Kevin de Bruyne.

Bagi pelatih Josep Guardiola kemenangan ini jadi hal istimewa karena ia sebelumnya jadi sosok kunci yang membangkitkan gaya tiki-taka di Barcelona. Barcelona adalah rajanya tiki-taka dengan umpan-umpan pendek yang indah. Tapi bukan berarti mereka tak bisa dikalahkan.

Saat berlaga di Camp Nou, bulan sebelumnya, taktik yang sama berujung kegagalan karena Raul Bravo melakukan kesalahan dan mendapat kartu merah. Kali ini, kesalahan seperti itu tak terjadi. City terus menekan memaksa Barca berputar-putar di daerah pertahanan sendiri.

“Pada 38 menit pertama kami belum mampu mengatasi tim terbaik di dunia. Permainan kami di laga pertama bahkan lebih baik. Tapi, di babak kedua, keadaannya berbeda. Saya melihat para pemain bermain dengan lebih yakin,” kata Pep.

Absennya Andres Iniesta di lini tengah Barcelona sangat berpengaruh, lebih terasa ketimbang absennya Gerard Pique dan Jordi Alba. Tanpa gelandang itu, Barca tak lagi sama. Kemampuannya menemukan celah ketika timnya tertekan gagal diperagakan penggantinya, Andre Gomes, yang malam itu tampil tak buruk.

Sepeninggal Dani Alves, Barca belum menemukan sosok yang tepat untuk mengisi posisi bek kanan. Dalam laga ini, Sergi Roberto yang bermain di posisi itu menjadi titik lemah Barcelona. Ia dua kali tampil tak optimal sehingga City bisa meraih dua gol pertamanya.

“Kini mereka (para pemain) menyadari bahwa mereka mampu mengalahkan tim terbaik di dunia. Generasi berikutnya akan melihat itu dan harus bisa melakukannya lagi. Itu adalah proses. Hal sama terjadi saat pemain seperti Joe Hart dan Vincent Kompany memenangi dua gelar dalam lima atau enam tahun. Para pemain yang datang kemudian kini mengerti bahwa mereka harus bisa melakukan hal sama, atau berusaha melakukan hal sama,” tandas Pep seusai pertandingan.

Casino Online

 

Facebook Comments
casino online terpercaya

About Lampu Merah

Check Also

Ini Kata Modric Atas Kegagalannya Membawa Kroasia Menggangkat Trofi Piala Dunia

LampuMerah – Ini Kata Modric Atas Kegagalannya Membawa Kroasia Menggangkat Trofi Piala Dunia – Luka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *